banner

banner

Sunday, November 13, 2011

Kekasih Hati Membawa ke Syurga ;D

Assalamualaikum w.b.t

Muslim atau Muslimah dalam memilih calon isteri atau suami tidaklah mudah tetapi memerlukankan waktu. Kerana kriteria memilih harus sesuai dengan syariat Islam. Orang yang hendak menikah, hendaklah memilih pendamping hidupnya dengan cermat, hal ini kerana apabila seorang Muslim atau Muslimah sudah membuat pilihan kepada pasangannya, bererti pilihannya akan menjadi teman dalam hidupnya. Wanita yang akan menjadi isteri atau ratu dalam rumah tangga dan menjadi ibu atau pendidik bagi anak-anaknya demikian pula lelaki menjadi suami atau pemimpin rumah tangganya dan bertanggung jawab dalam menghidupi (memberi nafkah) bagi anak isterinya. Maka dari itu, janganlah sampai menyesal terhadap pasangan hidup pilihan kita setelah berumah tangga kelak.

Lalu bagaimanakah supaya kita selamat dalam memilih pasangan hidup untuk pendamping kita selama-lamanya? Apakah kriteria-kriteria yang disyariatkan oleh Islam dalam memilih calon isteri atau suami?


A. Kriteria Memilih Calon Isteri
Dalam memilih calon isteri, Islam telah memberikan beberapa petunjuk di antaranya :

1. Hendaknya calon isteri memiliki dasar pendidikan agama dan berakhlak baik kerana wanita yang memahami agama akan mengetahui tanggung jawabnya sebagai isteri dan ibu. Sebagaimana sabda
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :

Dari
Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi kerana empat perkara, kerana hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan kerana agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama nescaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dalam hadith di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau
Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menekankan pada sisi agamanya dalam memilih isteri dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun.

Demikian pula
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221)

Sehubungan dengan kriteria memilih calon isteri berdasarkan akhlaknya,
Allah berfirman :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) … .” (QS. An Nur : 26)

Seorang wanita yang memiliki ilmu agama tentulah akan berusaha dengan ilmu tersebut agar menjadi wanita yang shalihah dan taat pada
Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wanita yang shalihah akan dipelihara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya :

“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada
Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena ituAllahmemelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)


2. Hendaklah calon isteri itu penyayang dan banyak anak.

Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda :
Dari
Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
Al Waduud bererti yang penyayang atau penuh kecintaan, dengan dia mempunyai banyak sifat kebaikan, sehingga membuat lelaki berkeinginan untuk menikahinya. Sedangkan Al Mar’atul Waluud adalah perempuan yang banyak melahirkan anak.

3. Hendaklah memilih calon isteri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah menikah.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjelaskan sebahagian hikmah menikahi seorang gadis :
Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah : “Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu boleh bermain dengannya dan dia boleh bermain denganmu.”

Pilihlah pasangan yang muda. Bila berumah tangga nanti boleh main kejar-kejar, nyorok-nyorok, lumba lari. =D

4. Mengutamakan orang jauh (dari salasilah) 
dalam perkawinan.

Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan fizikal anak keturunan dari penyakit-penyakit yang menular atau cacat secara warisan. Sehingga anak tidak membesar dalam keadaan lemah atau mewarisi cacat kedua orang tuanya dan penyakit-penyakit nenek moyangnya.

Bila bercakap tentang pemilihan calon dalam rumah tangga. Kebanyakannya, tidak membincangkan tentang kriteria lelaki pilihan. Maka, dalam artikel ni, kita perbincangkan. Baru la adil. Hehehe...=)
Jejaka-jejaka idaman diharap agar dapat bertenang. =D


B. Kriteria Memilih Calon Suami

1. Islam.

Ini adalah kriteria yang sangat penting bagi seorang Muslimah dalam memilih calon suami sebab dengan Islamlah satu-satunya jalan yang menjadikan kita selamat dunia dan akhirat kelak.

Sebagaimana firman
Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“ … dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Syurga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al Baqarah : 221)

2. Berilmu dan Baik Akhlaknya.

Masa depan kehidupan suami-isteri erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, soleh, dan taat beragama.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kamu redhai maka kahwinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerosakan.” (HR. At Tirmidzi)

Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya pada dasar takwa dan akhlak serta tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian. Sebagaimana firman
Allah Ta’ala :
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)

Lelaki yang memilki keistimewaan adalah laki-laki yang mempunyai ketakwaan dan keshalihan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah tentang bagaimana memperlakukan isteri, berbuat baik kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya serta agamanya, sehingga ia akan dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna di dalam membina keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin keperluan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah.

Jika dia merasa ada kekurangan pada diri si isteri yang dia tidak sukai, maka dia segera teringat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam iaitu :
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Jangan membenci seorang Mukmin (lelaki) pada Mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.” (HR. Muslim)

Untuk dapat mengetahui agama dan akhlak calon suami, salah satu caranya ialah dengan mengamati kehidupan si calon suami sehari-hari dengan cara bertanya kepada orang-orang dekat dengannya, misalnya tetangga, sahabat, atau saudara dekat.
Demikianlah ajaran Islam dalam memilih calon pasangan hidup. Betapa sempurnanya Islam dalam menuntun umat disetiap langkah amalannya dengan tuntunan yang baik agar selamat dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Wallahu A’lam Bis Shawab.

No comments:

Post a Comment