banner

banner

Tuesday, May 27, 2014

Salahkah aku?

Biarlah yang terluka itu aku. Dan jauhkan aku menjadi yang selalu melukakan.

Tuesday, May 20, 2014

The Last Journey


Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat. Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan. Yang membuat kalian menjadi diri kalian sendiri. Tidak dengan ucapan manis atau perilaku yang berpura-pura. Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya.

Kalian akan jatuh cinta dan berani untuk mempertanggungjawabkannya. Bukan dengan pujian palsu atau rasa kagum sesaat. Tapi dengan rasa yakin dan saling percaya.


Suatu waktu nanti, akan datang seseorang yang datang dan membuat kalian jatuh cinta tanpa alasan. Yang akan kalian jadikan keutamaan. Kalian akan bertemu seseorang yang akan mendengarkan cerita kalian dari sisa hidupnya. Yang akan membuat kalian faham apa itu erti kata sayang. Yang membuat kalian tidak sabar untuk menghabiskan hari tua bersama, berdua, tanpa ragu, tanpa sempat terfikir untuk berpindah ke lain hati.

Applied University



1. University of Sheffield
2. University of Manchester
3. University of Exeter
4. Kent University
5. University of Southampton
6. University of Essex
7. Oxford Brookes University




:: Touch Love ::


When you pass by my fingertips
Warmth spreads throughout my cold heart

I want to softly go to you and lean on you
But the distance between us is not narrowing

It’s okay even if I can’t touch you
It’s okay even if I can’t hug you
Lonely love Yes I love you,
like my destiny
I can feel you

Lalala lala lala
Lalala lala lala
Lalala lala lala lala

My heart can reach you
I want to reach out
my hands and hold you
But it feels like we’ll get farther apart so I just linger around you

It’s okay even if I can’t love you
It’s okay even if I can’t reach you
Lonely love Yes I love you,
even from far away
I can see you

It’s okay even if I can’t touch you
It’s okay even if I can’t hug you

Lonely love
Yes I love you,like my destiny
I can feel you

Lalala lala lala
Lalala lala lala
Lalala lala lala lala

My heart can reach you
Lonely love~


Sunday, May 18, 2014

:: After 1st trial ::

I see you~

4 sunnah Rasulullah dalam mendidik anak

PERTAMA:

Umur 1-7 tahun. Pada masa ini, Rasulullah SAW menyuruh kita untuk memanjakan, mengasihi dan menyayangi anak dengan kasih sayang yang tidak berbatas. Biarkan anak-anak bermandikan kasih sayang pada tahap ini.

KEDUA

Umur 7-14 tahun. Pada masa ini Rasulullah SAW menyuruh kita untuk mula menanamkan DISIPLIN kepada anak-anak dengan mengajar dan menyuruh mereka untuk mengerjakan solat. Bahkan apabila umurnya sudah sepuluh tahun, seorang ayah boleh memukul anaknya jika enggan mengerjakan solat.

Rasulullah SAW bersabda. “Perintahkanlah anak-anak kamu untuk sembahyang pada usia tujuh tahun; dan pukullah mereka kerana meninggalkannya pada usia sepuluh tahun; dan pisahkanlah di antara mereka (anak-anak kamu) di dalam tempat tidur.” – Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

Berdasarkan pakar-pakar jiwa anak, sememangnya pada umur 7-14 tahun ini masa terbaik untuk menanamkan disiplin dan pembentukan sahsiah seorang anak. Pada fasa inilah seorang ayah akan menjadikan anak itu seorang muslim atau Yahudi, Nasrani dan Majusi seperti yang dikatakan oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya bahawa setiap anak yang lahir dalam keadaan suci. Maka, ayah dan ibulah yang akan mencorakkannya.

KETIGA

Umur 14-21 tahun. Pada masa ini orang tua sudah MENUKAR penanaman disiplin dengan cara yang agak KERAS kepada yang RASIONAL. Orang tua sudah semestinya mendidik anak dengan cara menjadikannya sahabat dalam berdiskusi, mengajaknya ikut dalam membincangkan masalah keluarga dan diberikan satu-satu tanggungjawab dalam hal-hal tertentu di rumah. Hal ini penting agar anak berasa dirinya punyai tanggungjawab mengambil berat hal-hal dalam keluarga.

KEEMPAT

Umur lebih 21 tahun. Pada masa ini, orang tua sudah boleh melepaskan anaknya untuk belajar menempuh hidup akan tetapi tetap melihat perkembangannya dan memberikan nasihat serta peringatan-peringatan apabila anak tersalah atau terlupa.

Thursday, May 15, 2014

Istikharah Cintaku



Aku takut...  
Takut untuk berbagi hati. 
Menyerahkan hati & menerima hati.
Aku sungguh takut kiranya satu saat.. 
Allah menyerahkan hati ini kepada seorang insan bernama lelaki. 
Yang kelak layak ku panggil suami.  
Lalu dia tidak mampu menjagaku sebagaimana Dia memeliharaku.
 
Aku sungguh takut jika dia tidak mampu mencintai semua kelebihan;
 kelemahanku. 
Aku sungguh takut kiranya dia tidak mampu mendidikku bahkan berkasar denganku. 
 Aku sungguh takut kiranya dia tidak mampu memelihara maruah & melindungiku..  
Serta tidak mampu bersabar dengan kejahilanku.. 
malah menghina semua aib & kekuranganku..
 
Sungguh aku takut..  
Jika dia juga tak mampu membawa aku ke jalan yang Dia redhai..
Dan aku paling takut..
  Kiranya waktu itu aku juga gagal memelihara Hidayah TaufikNya dalam hatiku, Bertindak lebih buruk melebihi dia lantas mengumpul dosa yang berganda.. 
Lantas menyalahkanNya atas semua ujian yang diberikan terhadapku itu..
 
Kala itu... 
apalah makna cinta itu dibanding dengan cinta Dia yang paling aku cintai..
Aku tidak percaya kepada sesiapa selain Dia...  
Aku juga tidak percaya aku mampu menjadi pendamping yang sebaik Dia bagi orang lain..
 
Kelak kalian kecewa bila aku mengecewakanmu..  
Padahnya sandaran yang terlalu tinggi yang kau letak atas jemalaku.. 
Insan hina yang sungguh dhoif ini..
 
Bila mengenang perihal ini.. 
Berderailah air mataku membasahi pipi.. 
Kala menadah tangan kepadaNya memohon pertolongan & simpati..  
Agar tidak diuji dengan ujian yang tidak mampu kutanggungi, 
Agar tidak diuji dengan ujian yang menjadikan aku jauh dari rahmat kasih sayangNya yang tidak berbelah bahagi...
 
Aku bukan siapa-siapa tanpa Dia..  
Aku bukan siapa-siapa tanpa cintaNya.. Aku bukan siapa-siapa tanpa Hidayah TaufikNya.. Aku bukan siapa-siapa tanpa rahmat & ampunanNya..
 
Selama ini... yang menjaga hati aku adalah kekasih yang paling sempurna sekali. Dia yang paling sempurna mencintai diriku yang hina berlumur kekurangan ini.
Subhanallah.. Mana ada tandingannya Allah di dalam hati ini...
 
Allah-lah yang ada di sisi waktu aku sedih, Allah-lah yang ada di sisi waktu aku sempit, Allah-lah yang ada di sisi waktu aku susah, Allah-lah yang ada di sisi waktu aku sakit, Bahkan Dia jugalah yang memberikanku kesihatan, kegembiraan, kelapangan, kesenangan & kebahagiaan..
 
Bila aku bersedih, Dialah yang menggembirakanku.  
Bila aku resah, Dialah yang melapangkan hatiku.  
Bila aku sempit, Dialah yang mengeluarkan aku.  
Bila aku jahil, Dialah yang mendidik serta meminjamkanku ilham & ilmu..  
Bila aku buntu, Dialah juga yang menunjukkan jalan keluar bagiku.
 
Subhanallah... 
 Sungguh, tiada siapa yang mampu menjaga aku sebagaimana Dia memelihara aku...
 
Allah tidak pernah menzalimi aku.  
Dia tidak pernah mengecewakanku.  
Dialah yang paling bersabar dengan karenahku.
  Dialah yang paling mudah memaafkan semua dosa & kesalahanku.
 
Jika Dia mendidik aku, 
Dia akan menghantar cara & teguran yang paling halus kepadaku.  
Penuh lemah lembut.  
Penuh dengan hikmah, rahmat & cinta.  
Hati aku masih terjaga. Perasaan aku tetap terpelihara.
 
Sungguh tiada tandingannya untuk Dia di dalam hatiku ini...
 
Jika yang lain asyik mengejar cinta insani. 
Aku pula takut sekali kiranya aku hilang cinta Ilahi.  
Kerana hanya Dia yang mampu..  
Mencintaiku & menerima aku apa adanya selama ini.
 
Jika yang lain takut kalau tidak bertemu cinta insani.
  Aku pula sangat takut jika Allah melepaskan pegangan tanganku ini. 
Kerana hanya Dia yang mampu..  
Memelihara & memimpinku ke jalan yang Dia redhai..
 
Sungguh Allah itu yang paling tinggi di dalam jiwaku ini...  
Sungguh Allah itu sudah cukup untuk memenuhi ruang hatiku ini...
 
Ya Allah...  
Sungguh-sungguh...  
HambaMu ini takut sekali...
Ya Allah...  
Peliharalah hatiku yang sekeping ini..
Berilah daku petunjuk yang terbaik..